Makna dan Karakteristik Penamaan Desa dalam Perspektif Toponimi di Kabupaten Kebumen

Authors

  • Hikmatul Maulida Universitas Negeri Semarang
  • Nur Fateah Universitas Negeri Semarang
  • Ermi Dyah Kurnia Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.55606/jcsr-politama.v4i4.6424

Keywords:

Cultural Meaning, Lexical Meaning, Place-Name Characteristics, Toponymy, Village Toponymy

Abstract

Place naming is an aspect of language use that represents the relationship between humans, the environment, and culture. Within a community, place names serve not only as geographical markers but also embody meanings that reflect the community's worldview and experiences. Over time, the meanings embedded in place names tend to shift and risk being overlooked. This study aims to examine the lexical and cultural meanings of village names in Kebumen Regency and to identify their naming characteristics. A qualitative descriptive method was employed, utilizing theoretical frameworks from toponymy and semantics. The data consisted of village names from the Alian and Karangsambung Districts. Primary data sources included the official Kebumen Regency Government website and informants knowledgeable about the history and background of the village names, while secondary sources comprised village archives, books, and relevant scholarly articles. Data collection involved document analysis and interviews, supported by recording and note-taking techniques. Data analysis followed the Miles & Huberman model, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that all the village names possess both lexical and cultural meanings. Lexical meanings relate to the fundamental definitions of the name's constituent elements referring to natural conditions, flora, fauna, objects, or human activities whereas cultural meanings reflect the community's relationship with the environment, as well as their experiences, beliefs, and aspirations. Furthermore, the characteristics of village names based on Stewart's typology found five naming categories: descriptive names, incident names, commemorative names, euphemistic names, and folk etymology.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anisah, A., Hilaliyah, H., & Yunus, S. (2025). Toponimi nama-nama kampung di Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Deiktis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(4), 5610–5618.

Chaer, A. (2014). Linguistik umum. Rineka Cipta.

Diniarti, M., Paridi, K., & Burhanuddin, B. (2022). Toponimi nama dusun di Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 4(2), 17–28. https://doi.org/10.29303/kopula.v4i2.2724

Hamna, Ummah BK, M. K., Pontoh, A. F., Sinyor, R., Khaulah, & Rusdin, M. F. (2024). Peran strategis bahasa Indonesia dalam membangun identitas budaya dan masyarakat berdaya saing. Jurnal Ragam Pengabdian, 1(2), 60–69. https://doi.org/10.62710/abtbar05

Harefa, K. R., & Harefa, K. H. (2024). Peran bahasa dalam pembentukan identitas budaya di Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik, 1(3), 102–107.

Hartina, S. (2022). Toponimi dalam legenda Pallawagau dan I Tenribali (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Hotimah, H., & Albaburrahim. (2024). Ekologi toponimi: Pengaruh lingkungan terhadap penamaan desa di Kecamatan Larangan. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17361

Humaidi, A., Safutri, Y., & Djawad, A. A. (2021). Bentuk satuan kebahasaan dan makna toponimi nama desa di wilayah Kabupaten Tabalong. Jurnal Basataka (JBT), 4(1), 30–40.

Izar, J., Kusmana, A., & Triandana, A. (2021). Toponimi dan aspek penamaan desa-desa di Kabupaten Muaro Jambi. Diglosia: Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan, 5(1), 89–99.

Koentjaraningrat. (2004). Kebudayaan, mentalitas, dan pembangunan. Rineka Cipta.

Kridalaksana, H. (1982). Kamus linguistik. PT Gramedia.

Lestari, A. A. (2024). Toponimi nama desa di wilayah Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi (Doctoral dissertation, Universitas Jambi).

Mahanani, E. N. (2022). Presuposisi, implikatur, dan entailment pada naskah Kethoprak Rambat Rangkung karya P. T. Santosa. Diwangkara: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa, 2(1).

Makrifah, S., & Fateah, N. (2019). Istilah-istilah sesaji ritual Sedekah Gunung Merapi di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali (Kajian etnolinguistik). Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 7(2), 8–14.

Maulana, A. B., Rafiq, F. M., & Septiani, D. (2024). Makna leksikal dan makna kultural dalam mitos dan pantangan masyarakat Betawi. Jurnal Sasindo Unpam, 12(1), 39–48.

Pramuniati, I. (2008). Semantik leksikal, semantik kalimat, makna dan konteks bahasa Aceh Besar. Jurnal Bahasa Unimed, 69, 77244.

Putri, M. S., Kusmana, A., & Izar, J. (2023). Toponimi desa-desa di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari. Kajian Linguistik dan Sastra, 1(3), 354–362.

Rustinar, E., Ashar, A., Susyanto, & Kusmiarti, R. (2025). Teori dan penerapan toponimi: Sebuah kearifan lokal Bengkulu. CV Dunia Penerbitan Buku.

Sabila, N. N., & Suswandi, I. (2025). Toponimi nama-nama desa di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen: Kajian antropolinguistik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(4), 4344–4358.

Septiani, M. I., & Fateah, N. (2025). Nilai kearifan lokal dalam toponimi tempat wisata di Kabupaten Wonogiri. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(2), 441–454. https://doi.org/10.30651/st.v18i2.26423

Sholihah, D. M., & Rasdana, O. (2023). Analisis gaya bahasa perulangan dalam lirik lagu Dewa 19. Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 142–148.

Sitaresmi, N., & Fasya, M. (2011). Pengantar semantik bahasa Indonesia. UPI Press.

Stewart, G. R. (1954). A classification of place names. Names: A Journal of Onomastics, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.1179/nam.1954.2.1.1

Stewart, G. R. (1970). American place-names: A concise and selective dictionary. Oxford University Press.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Turyani, I., Suharini, E., & Atmaja, H. T. (2024). Norma dan nilai adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Sosial: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 2(2), 234–243. https://doi.org/10.62383/sosial.v2i2.224

Wolionelo, Z., Malabar, S., & Kadir, H. (2025). Proses toponimi desa dan dusun di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 787–791. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1116

Yordania, B. R., & Fateah, N. (2024). Makna leksikal, makna kultural, dan kearifan lokal dalam leksikon peternakan sapi perah di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 17(2), 147–168. https://doi.org/10.30651/st.v17i2.22718

Zellatifanny, C. M., & Mudjiyanto, B. (2018). Tipe penelitian deskripsi dalam ilmu komunikasi. Diakom: Jurnal Media dan Komunikasi, 1(2), 83–90.

Downloads

Published

2026-07-09

How to Cite

Hikmatul Maulida, Nur Fateah, & Ermi Dyah Kurnia. (2026). Makna dan Karakteristik Penamaan Desa dalam Perspektif Toponimi di Kabupaten Kebumen. Journal of Creative Student Research, 4(4), 15–28. https://doi.org/10.55606/jcsr-politama.v4i4.6424

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 

You may also start an advanced similarity search for this article.